Melakukan Gap Analysis
Memetakan kesenjangan antara kondisi perusahaan dan kriteria PROPER yang relevan agar area prioritas dapat terlihat jelas.


Ukur posisi perusahaan terhadap kriteria PROPER melalui review dokumen, data, eviden, wawancara, dan kondisi implementasi sebelum menyusun program perbaikan.
Gap analysis membantu perusahaan mengetahui bukti yang sudah tersedia, kesenjangan yang paling berisiko, owner perbaikan, dan langkah yang perlu diprioritaskan. Tim memperoleh daftar gap yang operasional untuk mempercepat tindak lanjut dan review kesiapan.
Materi dan layanan diperbarui berdasarkan regulasi serta publikasi resmi terbaru.
Cakupan disusun sebagai perjalanan kesiapan dari kepatuhan dasar, kesesuaian implementasi, hingga penguatan menuju Hijau dan Emas.
Meninjau persetujuan lingkungan, persetujuan teknis/SLO, pelaporan, kompetensi, serta data dan dokumen pendukung yang relevan.
Memeriksa kesesuaian praktik lapangan dengan prosedur, data pemantauan, laporan, dan ketentuan teknis.
Menilai area penguatan seperti SML, LCA, efisiensi sumber daya, pemberdayaan masyarakat, inovasi, SROI, dan kepemimpinan program.
Meninjau persetujuan lingkungan, persetujuan teknis/SLO, pelaporan, kompetensi, serta data dan dokumen pendukung yang relevan.
Memeriksa kesesuaian praktik lapangan dengan prosedur, data pemantauan, laporan, dan ketentuan teknis.
Menilai area penguatan seperti SML, LCA, efisiensi sumber daya, pemberdayaan masyarakat, inovasi, SROI, dan kepemimpinan program.
Memetakan kesenjangan antara kondisi perusahaan dan kriteria PROPER yang relevan agar area prioritas dapat terlihat jelas.
Memberikan urutan rekomendasi perbaikan sebagai dasar tindak lanjut perusahaan sesuai kebutuhan dan tingkat kesiapan.
Mengumpulkan dokumen, data, bukti pendukung, dan informasi awal yang dibutuhkan sebagai dasar asesmen.
Meninjau data dan dokumen, melakukan klarifikasi dengan PIC, serta mengidentifikasi gap terhadap kriteria yang relevan.
Merangkum temuan utama dan menyusun rekomendasi roadmap sebagai dasar tindak lanjut perusahaan.
Pengumpulan data, review dokumen, analisis, dan klarifikasi dengan PIC dilakukan secara daring.
Proses daring dikombinasikan dengan validasi lapangan sesuai kebutuhan asesmen.
Gap Analysis PROPER adalah penilaian awal yang membandingkan kondisi, dokumen, data, eviden, dan implementasi perusahaan terhadap kriteria PROPER yang relevan.
Keluaran utama berupa checklist eviden, gap register, matriks risiko dan prioritas, ringkasan kesiapan per aspek, serta roadmap perbaikan.
Ya. Ruang lingkup dapat berupa desk review, wawancara daring, asesmen onsite, atau kombinasi sesuai kondisi site dan kebutuhan perusahaan.
Sampaikan sektor, jumlah site, status peserta, target, dan kondisi dokumen saat ini. Tim IEC akan menyusun ruang lingkup asesmen yang relevan.
Dokumentasi kegiatan dan pembaruan terbaru dari Indonesia Environment & Energy Center.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menggelar Executive Workshop untuk memperkuat kesiapan implementasi Pernyataan Standar Pelaporan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan PSPK 2.…
Baca event
Penerapan ESG Risk & Opportunity Management kini menjadi perhatian serius banyak perusahaan di Indonesia, termasuk Perumda Tirta Musi Palembang. Melalui pelatihan…
Baca event
Jakarta – Indonesia Environment & Energy Center (IEC) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan pengelolaan limbah…
Baca eventLanjutkan dengan pendampingan untuk mengubah roadmap menjadi tindakan, eviden, dan kesiapan review.