Workshop penyusunan dokumen AMDAL dan UKL-UPL

Indonesia Environment and Energy CenterWorkshop AMDAL dan UKL-UPL

Pelatihan Penyusunan AMDAL dan UKL-UPL

Bantu tim memahami jenis dokumen yang tepat, menyusun bagian penting secara runtut, dan mengurangi risiko revisi akibat data atau matriks yang tidak konsisten.

20.000+Alumni profesional
2.000+Klien perusahaan
100+Program dan layanan
10+ TahunPengalaman melayani perusahaan
Berangkat dari situasi Anda

Dokumen yang baik dimulai dari screening, data dasar, dan logika dampak yang konsisten

Tim perlu memahami hubungan antara rencana kegiatan, dampak penting, pengelolaan, pemantauan, dan bukti yang harus tersedia sejak awal.

Jenis dokumen belum pasti

Skala, lokasi, KBLI, dan karakter kegiatan perlu dipetakan sebelum memilih AMDAL, UKL-UPL, atau SPPL.

Data belum terhubung

Deskripsi kegiatan, rona awal, dampak, dan rencana pengelolaan sering disusun oleh fungsi yang berbeda.

Revisi berulang

Matriks, asumsi, dan bukti pendukung yang tidak konsisten meningkatkan waktu review dan perbaikan dokumen.

Jawaban singkat: apa yang dimaksud Workshop AMDAL dan UKL-UPL?

Pelatihan penyusunan AMDAL dan UKL-UPL membantu peserta memahami proses screening serta cara menyusun komponen dokumen lingkungan secara konsisten. Program ini berfokus pada kemampuan membaca kebutuhan proyek, menghubungkan dampak dengan tindakan pengelolaan dan pemantauan, serta menyiapkan draft untuk review internal.

Hasil yang bisa digunakan

Hasil yang membantu tim mengambil tindakan berikutnya

Ruang lingkup disesuaikan dengan kondisi awal, tujuan, dan data yang tersedia. Berikut hasil yang menjadi fokus.

Peta proses persetujuan lingkungan

Peserta memahami posisi AMDAL dan UKL-UPL dalam perencanaan dan persetujuan lingkungan.

Kerangka dokumen

Struktur kerja membantu tim mengorganisasi data, analisis, matriks, dan lampiran.

Latihan screening

Peserta berlatih membaca jenis kegiatan, skala, lokasi, serta informasi pendukung.

Matriks pengelolaan dan pemantauan

Latihan menghubungkan sumber dampak, indikator, tindakan, lokasi, periode, dan penanggung jawab.

Review studi kasus

Peserta melihat contoh ketidakkonsistenan yang sering memicu pertanyaan atau revisi.

Daftar tindak lanjut

Tim membawa pulang daftar data dan pekerjaan yang perlu dilengkapi setelah workshop.

Cara kerja

Alur yang transparan sejak kebutuhan dipetakan

Setiap tahap menjawab pertanyaan yang berbeda sehingga Anda tahu data apa yang dibutuhkan, siapa yang perlu terlibat, dan hasil apa yang diharapkan.

01

Pemetaan konteks

Tujuan peserta, jenis proyek, dan pengalaman penyusunan dokumen dikonfirmasi.

02

Screening kegiatan

Peserta mempelajari dasar penentuan dokumen dan informasi yang perlu diperiksa.

03

Struktur dan logika dokumen

Trainer menghubungkan rencana kegiatan, rona, dampak, pengelolaan, dan pemantauan.

04

Workshop penyusunan

Peserta mengerjakan bagian penting menggunakan studi kasus atau konteks perusahaan.

05

Review dan tindak lanjut

Hasil latihan dibahas dan kebutuhan perbaikan dirangkum.

Untuk siapa

Relevan bagi fungsi yang perlu mengubah data dan kewajiban menjadi tindakan

Tim Environment & HSE

Terlibat mengumpulkan data, menyusun matriks, atau mengawal kewajiban lingkungan proyek.

Project Owner & Engineering

Perlu memahami data desain dan aktivitas yang memengaruhi klasifikasi serta dampak.

Konsultan Internal

Membutuhkan kerangka praktis untuk menyiapkan draft dan mengoordinasikan masukan lintas fungsi.

Acuan yang diperiksa

PP 22/2021 mengatur penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Permen LHK 4/2021 memuat daftar kegiatan dan skala yang terkait kewajiban AMDAL, UKL-UPL, atau SPPL.

Pertanyaan yang sering muncul

Hal yang perlu jelas sebelum Anda memutuskan

Apa perbedaan AMDAL dan UKL-UPL?

Perbedaannya berkaitan dengan jenis, skala, lokasi, dan potensi dampak kegiatan. Screening perlu dilakukan terhadap rencana aktual dan ketentuan yang berlaku.

Apakah peserta langsung menghasilkan dokumen siap diajukan?

Program membangun kemampuan dan menghasilkan draft latihan. Kesiapan pengajuan tetap bergantung pada data proyek, kajian, keterlibatan tenaga ahli, dan proses review yang diwajibkan.

Apakah bisa menggunakan studi kasus perusahaan?

Bisa untuk kelas in-house setelah ruang lingkup dan kerahasiaan data disepakati.

Siapa yang sebaiknya mengikuti?

Tim lingkungan, HSE, engineering, project owner, legal, perizinan, dan personel yang mengoordinasikan data dokumen.

Apakah program ini sertifikasi BNSP?

Tidak. Program ini merupakan pelatihan non-BNSP dengan sertifikat keikutsertaan.

Konsultasi awal

Ceritakan jenis proyek dan kebutuhan penyusunan dokumen tim Anda

Sampaikan sektor, jenis kegiatan, tahap proyek, jumlah peserta, dan bagian dokumen yang paling membutuhkan penguatan.

Pendaftaran Sertifikasi BNSP Pengelolaan Limbah B3

Pendaftaran Training IEC


+62
Langkah lanjutan

Produk dan layanan yang relevan

Pilih program lanjutan sesuai kebutuhan kompetensi, implementasi, atau penguatan sistem di organisasi Anda.

Latest Event

Aktivitas terbaru IEC

Dokumentasi pelatihan, workshop, dan pengembangan kompetensi bersama klien IEC.

Lihat semua latest event