Dasar-Dasar AMDAL
Bangun pemahaman fondasi sebelum masuk ke workshop penyusunan dokumen.
Workshop AMDAL dan UKL-UPL
Bantu tim memahami jenis dokumen yang tepat, menyusun bagian penting secara runtut, dan mengurangi risiko revisi akibat data atau matriks yang tidak konsisten.
Tim perlu memahami hubungan antara rencana kegiatan, dampak penting, pengelolaan, pemantauan, dan bukti yang harus tersedia sejak awal.
Skala, lokasi, KBLI, dan karakter kegiatan perlu dipetakan sebelum memilih AMDAL, UKL-UPL, atau SPPL.
Deskripsi kegiatan, rona awal, dampak, dan rencana pengelolaan sering disusun oleh fungsi yang berbeda.
Matriks, asumsi, dan bukti pendukung yang tidak konsisten meningkatkan waktu review dan perbaikan dokumen.
Pelatihan penyusunan AMDAL dan UKL-UPL membantu peserta memahami proses screening serta cara menyusun komponen dokumen lingkungan secara konsisten. Program ini berfokus pada kemampuan membaca kebutuhan proyek, menghubungkan dampak dengan tindakan pengelolaan dan pemantauan, serta menyiapkan draft untuk review internal.
Ruang lingkup disesuaikan dengan kondisi awal, tujuan, dan data yang tersedia. Berikut hasil yang menjadi fokus.
Peserta memahami posisi AMDAL dan UKL-UPL dalam perencanaan dan persetujuan lingkungan.
Struktur kerja membantu tim mengorganisasi data, analisis, matriks, dan lampiran.
Peserta berlatih membaca jenis kegiatan, skala, lokasi, serta informasi pendukung.
Latihan menghubungkan sumber dampak, indikator, tindakan, lokasi, periode, dan penanggung jawab.
Peserta melihat contoh ketidakkonsistenan yang sering memicu pertanyaan atau revisi.
Tim membawa pulang daftar data dan pekerjaan yang perlu dilengkapi setelah workshop.
Setiap tahap menjawab pertanyaan yang berbeda sehingga Anda tahu data apa yang dibutuhkan, siapa yang perlu terlibat, dan hasil apa yang diharapkan.
Tujuan peserta, jenis proyek, dan pengalaman penyusunan dokumen dikonfirmasi.
Peserta mempelajari dasar penentuan dokumen dan informasi yang perlu diperiksa.
Trainer menghubungkan rencana kegiatan, rona, dampak, pengelolaan, dan pemantauan.
Peserta mengerjakan bagian penting menggunakan studi kasus atau konteks perusahaan.
Hasil latihan dibahas dan kebutuhan perbaikan dirangkum.
Terlibat mengumpulkan data, menyusun matriks, atau mengawal kewajiban lingkungan proyek.
Perlu memahami data desain dan aktivitas yang memengaruhi klasifikasi serta dampak.
Membutuhkan kerangka praktis untuk menyiapkan draft dan mengoordinasikan masukan lintas fungsi.
PP 22/2021 mengatur penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Permen LHK 4/2021 memuat daftar kegiatan dan skala yang terkait kewajiban AMDAL, UKL-UPL, atau SPPL.
Perbedaannya berkaitan dengan jenis, skala, lokasi, dan potensi dampak kegiatan. Screening perlu dilakukan terhadap rencana aktual dan ketentuan yang berlaku.
Program membangun kemampuan dan menghasilkan draft latihan. Kesiapan pengajuan tetap bergantung pada data proyek, kajian, keterlibatan tenaga ahli, dan proses review yang diwajibkan.
Bisa untuk kelas in-house setelah ruang lingkup dan kerahasiaan data disepakati.
Tim lingkungan, HSE, engineering, project owner, legal, perizinan, dan personel yang mengoordinasikan data dokumen.
Tidak. Program ini merupakan pelatihan non-BNSP dengan sertifikat keikutsertaan.
Sampaikan sektor, jenis kegiatan, tahap proyek, jumlah peserta, dan bagian dokumen yang paling membutuhkan penguatan.
Pilih program lanjutan sesuai kebutuhan kompetensi, implementasi, atau penguatan sistem di organisasi Anda.
Dokumentasi pelatihan, workshop, dan pengembangan kompetensi bersama klien IEC.
Executive workshop untuk memperkuat kesiapan implementasi pelaporan keberlanjutan dan IFRS readiness.
Program peningkatan pemahaman risiko dan peluang ESG untuk mendukung bisnis berkelanjutan.
Pelatihan untuk memperkuat kompetensi pengelolaan limbah non B3 di lingkungan perusahaan.