Indonesia Environment & Energy Center (IEC) baru saja menyelenggarakan pelatihan Limbah B3 untuk meningkatkan kompetensi profesional dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun.
Kegiatan ini diikuti peserta dari PT. Kalbio Global Medika, PT. Pigeon Indonesia, PT. Toba Pengembang Sejahtera, dan RS Abdi Waluyo.
Pelatihan terbagi dalam dua program utama, yakni OPLB3 (Operasional Pengelolaan Limbah B3) dan PLB3 (Penanggung Jawab Pengelolaan Limbah B3).
Program OPLB3 fokus pada praktik teknis operasional di lapangan, sementara PLB3 menekankan tanggung jawab perencanaan, pengawasan, evaluasi, dan pelaporan pengelolaan Limbah B3 secara menyeluruh.
Imelda Husdiani, trainer berpengalaman di bidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan pengelolaan lingkungan, memandu seluruh sesi. Ia menekankan pentingnya pencatatan dan pengendalian di setiap tahap pengelolaan limbah.
“Setiap perpindahan limbah B3 disertai dengan manifes untuk memastikan pengelolaan dilakukan sesuai prinsip from cradle to grave,” ujarnya.
Menurut Imelda, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan perusahaan dalam mematuhi regulasi lingkungan hidup. Dengan operator dan penanggung jawab yang kompeten, risiko kecelakaan kerja, pencemaran lingkungan, hingga sanksi hukum dapat diminimalkan.
Hafiz Syahputra, peserta dari PT. Kalbio Global Medika menambahkan, “Pelatihan ini memberikan pemahaman menyeluruh terkait pengelolaan Limbah B3. Setiap proses kini lebih terkontrol dan sesuai regulasi, sehingga operasional perusahaan lebih aman dan ramah lingkungan.”
IEC memastikan seluruh materi pelatihan sesuai standar nasional, dengan penerapan praktik ramah lingkungan sebagai prinsip utama. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan profesionalisme peserta sekaligus mendukung kepatuhan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup di Indonesia.
Pelatihan OPLB3 & PLB3 yang digelar secara online pada 11–13 Maret 2026 ini menjadi langkah strategis untuk mencetak tenaga kerja terampil dan kompeten dalam pengelolaan Limbah B3, sekaligus memperkuat budaya kepatuhan dan keberlanjutan di sektor industri dan layanan kesehatan.



