jenis penyakit yang sering ada pada musim hujan

Jenis Penyakit yang Sering Terjadi Ketika Musim Hujan

Saat ini, beberapa wilayah sudah mulai diguyur hujan secara berkala dengan intensitas sedang sampai berat. Hujan yang turun dengan intensitas tinggi bisa menjadi salah satu sumber datangnya berbagai macam jenis penyakit. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Anung Sugihantono mengatakan, air hujan menyebabkan tempat perindukan atau menetas hewan yang membawa bibit penyakit tertentu, seperti nyamuk dan lalat. Nyamuk yang hinggap dan mengisap darah manusia selanjutnya akan membuat seseorang terjangkit penyakit seperti demam berdarah, chikungunya, dan Japanese encephalitis.

Selain itu, genangan air hujan atau banjir juga bisa menyebabkan munculnya jenis penyakit zoonosis seperti leptospirosis dan pes. Perubahan musim pun dapat membuat daya tahan tubuh seseorang menurun. Apabila hal tersebut terjadi, kuman yang ada dalam usus bisa menimbulkan penyakit dari mulai diare hingga penyakit kronis

Anung mengatakan faktor pencegahan dan pengendalian penyakit yang terdiri dari host (inang atau manusia), agent (penyebab penyakit), dan environment (lingkungan) harus dikendalikan manusia agar dirinya tak terinfeksi penyakit menular atau tak menularkan penyakit saat musim hujan.

“Mengendalikan orangnya berarti harus memastikan daya tahan tubuh orang baik. Daya tahan tubuh baik itu faktornya hanya dua, perilaku hidup bersih dan sehat. Maka dari itu, kita harus memastikan tidak ada genangan air, tidak ada tempat perindukan yang muncul. Sampah yang ditumpuk dan kena air hujan akan menjadi bau, nah, itu yang mesti kita perhatikan,” katanya.

Apa yang disampaikan Anung di atas sesuai dengan informasi yang disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik – Sekretariat Jenderal Kemenkes RI yang mengatakan bahwa ada tujuh jenis penyakit yang sering muncul ketika musim hujan, sebagai berikut;

  1. Diare

Diare merupakan jenis penyakit yang menyebabkan mencairnya feses dan meningkatkan frekuensi buang air besar. Jenis penyakit yang satu ini kerap menimpa masyarakat di dataran rendah, khususnya mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir. Meski terkesan sepele, diare akan menjadi masalah serius hingga menyebabkan dehidrasi akut. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengonsumsi oralit atau minuman lain yang mengandung elektrolit. Hal itu dilakukan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Jangan lupa untuk segera konsultasikan ke dokter jika tidak ada perubahan dalam beberapa hari

  1. Hepatitis A

Sama seperti diare, penyakit ini disebabkan oleh virus melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Penularan hepatitis A melalui oral memiliki masa inkubasi 15 hingga 50 hari lamanya. Beberapa gejala hepatitis A yang muncul di antaranya demam, linu pada persendian, kehilangan nafsu makan, pusing, dan perut tidak nyaman. Untuk pencegahannya, Anda perlu menerapkan pola hidup higienis, berhati-hati saat mengonsumsi makanan yang berada di luar dan jangan lupa untuk memeriksa kebersihan warung tempat Anda makan.

  1. Tipes

Tipes adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Thyphi atau Salmonella Parathypi. Sama seperti kedua penyakit di atas, bakteri tersebut dapat ditemukan pada makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tubuh yang terserang tipes biasanya akan mengalami demam tinggi, sakit kepala, hilang nafsu makan, kelelahan, dan sakit pada bagian perut.

Dalam kasus tertentu, tipes juga menyebabkan ruam dan sembelit. Jika tidak segera ditangani, tipes dapat berujung pada komplikasi seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis, hingga gagal jantung.

Penyakit yang juga punya sebutan demam tifoid ini lumrah ditemui di negara-negara tropis, termasuk salah satunya Indonesia. Di Indonesia, tipes menduduki peringkat ketiga pada daftar penyakit terbanyak yang dirawat di rumah sakit. Selain di Indonesia, penyakit musiman di atas juga menyerang Filipina, yang sama-sama beriklim tropis, ketika musim hujan.

  1. Influenza

Batuk dan pilek seolah menjadi sesuatu yang lumrah di musim penghujan. Hujan datang, influenza menyerang. Tingkat kelembapan yang rendah pada musim hujan, membuat daya tahan virus lebih kuat untuk berkembang. Dengan begitu, mereka mudah menularkan penyakitnya melalui udara pada orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Belum lagi ruangan dalam gedung-gedung di Jakarta yang tak pernah lepas dari AC. Hal itu membuat sirkulasi udara memburuk, sekaligus meningkatkan risiko penularan influenza. Cara mencegahnya hampir serupa dengan penyakit yang lain.Mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan menerapkan pola hidup higienis.

  1. Leptospirosis

Penyakit yang satu ini merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Leptospira Interrogans. Di Indonesia, kita mengenalnya dengan sebutan ‘penyakit kencing tikus’. Penyakit ini menular akibat kontak kulit dengan tanah, air, atau tanaman yang terkontaminasi urin hewan yang terinfeksi. Selain tikus, hewan lain yang bisa menularkan leptospirosis adalah sapi, babi, anjing, reptil, dan hewan amfibi. Beberapa gejala yang ditimbulkan leptospirosis di antaranya demam tinggi, sakit kepala, muntah, menggigil, nyeri otot, penyakit kuning pada kulit dan mata, diare, atau ruam. Cara Pencegahannya adalah hindari kontak dengan banjir langsung jika ada luka, langsung mandi setelah terkena banjir, dan menerapkan gaya hidup higienis.

  1. Demam Berdarah

Jangan heran jika demam berdarah ‘meradang’ di musim hujan. Pasalnya, musim hujan menciptakan sejumlah sarang genangan air yang menjadi tempat favorit bagi nyamuk Aedes Aegypti. Jika sudah begitu, nyamuk akan tubuh dan mudah menginfeksi manusia dengan gigitannya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa penyakit satu ini lumrah ditemui di negara-negara tropis dan sub-tropis, seperti Indonesia. Jangan anggap remeh Demam Berdarah, sebab penyakit ini bisa berkembang dan berisiko mengancam nyawa seseorang. Laksanakan selalu 3M; menguras, menutup dan mengubur untuk mencegah penyakit demam berdarah.

  1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Selain 6 jenis penyakit di atas, infeksi saluran pernapasan akut alias ISPA juga ikut mengintai kesehatan manusia saat musim hujan. ISPA merupakan jenis penyakit saluran pernapasan yang mengakibatkan seseorang mengalami batuk, bersin-bersin, dan demam. ISPA juga mudah menular kepada orang lain dengan daya tahan tubuh lemah. Beberapa cara pencegahan jenis penyakit ISPA adalah dengan Mencuci tangan secara teratur, hindari menyentuh wajah, terutama bagian mulut, hidung, dan mata, juga gunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk

Sumber: Majalah Katiga No 68/Th.XI/2018 Halaman 54-55

Menu