energi fosil terhadap pemanasan global

Energi Fosil akan Dorong Pemanasan Global

Pada tahun mendatang, kebutuhan akan energi seperti listrik akan makin banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana belum lama ini Jakarta.

Menurut Rida, energi terbarukan juga menjadi salah satu upaya menghadapi perubahan iklim, sementara fosil yang digunakan untuk menghasilkan energi akan mempengaruhi iklim yang mendorong pemanasan global dari emisi karbondioksida yang dihasilkan dari pembakaran.

“(Dengan energi terbarukan) Listriknya dapat, lingkungannya masih bersih,” ujarnya.

Rida menjelaskan, saat ini pemerintah telah menambah pasokan energi dengan mendorong pembangunan untuk pemanfaatan energi terbarukan secara optimal.

Energi berbasis fosil tidak dapat bertahan selamanya. Oleh karena itu, pentingnya beralih ke energi terbarukan meskipun membutuhkan waktu yang lama.

“Apa yang terjadi, mungkin gas habis, minyak habis, dan batu bara habis karena memang bukan merupakan energi terbarukan. Besok bisa 10 tahun dari sini, 20 tahun dari sini pasti habis. Maka, harus energi terbarukan selain tidak habis-habis, udara juga bersih,” katanya.

Namun, tuturnya, pergantian tersebut harus didorong karena bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, dan gas bukan merupakan sumber daya yang dapat diperbarui sehingga lambat laun akan terbatas dan habis.

Sumber : energitoday.com

Menu