Audit Energi Berdasarkan ISO 50002 : 2014

By Zaki Siregar (Senior Consultant at Proxsis Consulting)

 

Definisi & Tujuan

Standar ISO 50002, “Energy auditsRequirements with guidance for use”, adalah standar yang mendefinisikan persyaratan-persyaratan minimum yang mengarah pada identifikasi peluang-peluang peningkatan (improvement) kinerja energi. Standar ISO 50002 adalah pendekatan holistik untuk audit energi yang menguraikan kerangka kerja bagi keterlibatan organisasi, peniliaian fasilitas, analisis energi, dan rencana-rencana untuk mengurangi konsumsi energi.

Berdasarkan ISO 50002 : 2014, audit energi (energy audit) didefinisikan sebagai analisis sistematis terhadap pemanfaat energi (energy use) dan konsumsi energi (energy consumption) dalam ruang lingkup audit yang ditentukan sebelumnya.

Audit energi terdiri dari analisis rinci tentang kinerja energi suatu organisasi, peralatan, sistem atau proses. Sedangkan kinerja energi (energy performance) adalah hasil yang bisa diukur terkait dengan konsumsi energi (energy consumption), pemanfaat energi (energy use) dan efisiensi pemanfaatan energi (energy efficiency).

Audit energi dilakukan berdasarkan observasi dan pengukuran yang tepat dan sesuai terhadap kinerja energi. Audit energi direncanakan dan dilaksanakan bertujuan untuk:

  • Identifikasi, kuantifikasi dan melaporkan peluang-peluang improvement kinerja energi
  • Mengurangi pemborosan energi
  • Mendapatkan manfaat terkait isu lingkungan.

Hasil dari audit energi mencakup informasi konsumsi dan kinerja saat sekarang, juga memberikan rekomendasi peringkat peluang-peluang improvement yang didapat. Pemeringkatan itu harus dikaitkan dengan dampak pada peningkatan kinerja energi dan pengurangan biaya energi.

Audit energi dapat menjadi bahan dalam tinjauan energi (energy review) dan dapat memfasilitasi monitoring, pengukuran dan analisis seperti yang dijelaskan dalam ISO 50001, atau dapat digunakan secara terpisah.

*)energy use: cara atau jenis pemanfaatan energi. Contoh: ventilasi, penerangan, pemanas, pendingin, transportasi, proses, lini produksi, dan sebagainya.

Prinsip-Prinsip Audit Energi

Ada beberapa prinsip audit energi berdasarkan ISO 50002 : 2014. Prinsip-prinsip tersebut membantu agar audit energi menjadi alat bantu yang efektif dan dapat diandalkan untuk mendukung keputusan dan kontrol manajemen. Diharapkan audit energi menghasilkan berbagai analisis informasi dan data yang menjadi dasar bagi organisasi untuk melakukan upaya-upaya peningkatan kinerja energinya.

Prinsip-prinsip audit energi tersebut sebagai berikut:

Tipe-Tipe Audit Energi Berdasarkan ISO 50002 : 2014

Standar ISO 50002 : 2014 memberikan ruang perbedaan dalam pendekatan, ruang lingkup, batas-batas dan tujuan audit. ISO 50002 juga berusaha mengharmonisasikan aspek-aspek umum audit energi untuk meningkatkan kejelasan dan transparansi.

Ada 3 tipe audit energi yang dituangkan dalam ISO 50002 : 2014. Ketiga tipe audit tersebut bukan merupakan persyaratan mutlak. Organisasi boleh menyesuaikan tingkat kerincian audit antara tipe 1 dan tipe 3, sehingga sesuai dengan kebutuhan organisasi. Tingkat kerincian audit yang diinginkan tergantung pada obyek yang diaudit, energy use, konsumsi energi dan sumber-sumber daya yang tersedia untuk diaudit.

Ketelitian Audit dan Biaya Audit

Organisasi perlu menyadari bahwa ruang lingkup audit energi dan analisis-analisis yang diinginkan memiliki efek nyata pada biaya audit. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya audit energi antara lain:

  • Ruang lingkup dan batas-batas
  • Ketersediaan data, baik data kinerja energi maupun data yang terkait dengan peralatan
  • Tingkat ketidakpastian dan akurasi
  • Ketersediaan laporan studi atau audit energi sebelumnya
  • Kompleksitas situs dan apakah proses dan peralatan tidak seperti pada umumnya atau customized

Organisasi disarankan untuk mendiskusikan ruang lingkup audit dengan auditor untuk memastikan keseimbangan antara ketelitian audit dan biaya audit.

Langkah-Langkah Audit Energi Berdasarkan ISO 50002 : 2014

ISO 50002 : 20014 dikembangkan sebagai standar kerangka kerja proses audit energi. Proses audit energi disajikan sebagai sebuah urutan kronologis yang sederhana, namun tidak menghalangi iterasi berulang pada langkah-langkah tertentu. Berikut diagram alir proses audit energi berdasarkan ISO 50002-2014:

Garis besar tahapan audit energi:

  1. Perencanaan audit energi
  2. Rapat pembukaan
  3. Pengumpulan data
  4. Rencana pengukuran
  5. Melakukan kunjungan lapangan
  6. Analisis
    • Analisis kinerja energi saat ini
    • Identifikasi peluang-peluang improvement
    • Evaluasi peluang-peluang improvement
  7. Pelaporan audit energi
    • Ringkasan eksekutif
    • Latar belakang
    • Rincian audit energi
      • Informasi tentang pengumpulan data
      • Analisis kinerja energi dan energy performance indicator (EnPI)
      • Dasar atas perhitungan, estimasi dan asumsi serta akurasi hasilnya
      • Kriteria pemeringkatan peluang-peluang untuk improvement kinerja energi
    • Daftar peluang-peluang improvement kinerja energi
    • Rekomendasi dan program implementasi yang disarankan
    • Kesimpulan dan rekomendasi
      • Ringkasan konsumsi energi dan energi use
      • Peringkat peluang-peluang improvement kinerja energi
      • Program impelementasi yang disarankan

8. Rapat penutupan

Lebih lengkapnya baca standar ISO 50002 : 2014.

Menu
Open chat