Pembukaan Bali Clean Energy 2016

sumber foto:
sumber foto: citizendaily.net

Guna melepas ketergantungan dunia terhadap sumber energi fosil atau minyak bumi, seluruh negara bersiap menuju pengembangan energi bersih. Program transformasi ini dimotori Indonesia dengan menjadi tuan rumah Bali Clean Energy Forum (BCEF) 2016.

Forum skala internasional tersebut berlangsung selama dua hari, yakni 11-12 Februari 2016 di kompleks Nusa Dua Convention Center, Bali. BCEF merupakan forum untuk menjaga dialog antara International Energy Agency (IEA) sebagai organisasi importir minyak dan OPEC, organisasi negara pengekspor minyak.

Tenaga Ahli Menteri/Ketua Satgas Percepatan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, Willian Sabandar menuturkan, Bali Clean Energy Forum dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK).

“Yang membuka BCEF adalah Wapres pukul 10.00 Wita,” kata William saat¬†Media Briefing¬†di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Kamis (11/2/2016).

Ia mencatat, para delegasi dari 27 negara hadir dalam forum tersebut. Terdiri dari para menteri energi dunia, swasta, para ahli bidang energi bersih serta organisasi internasional lainnya.

Selain Wapres, Bali Clean Energy Forum dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil. Sementara dari luar negeri, ada Menteri Perminyakan dan Mineral Ali al-Naimi; Menteri Energi, Teknologi Hijau dan Air Malaysia.

Hadir pula, Menteri Perminyakan Timor Leste dan Menteri Pekerjaan Umum Timor Leste, Menteri Perminyakan Papua Nugini, perwakilan dari Hungaria, Swedia, Srilanka, dan Kamboja serta para pejabat atau Duta Besar.

“Ada 27 negara yang hadir. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan dunia kepada Indonesia untuk menjadi pionir untuk menjembatani pengembangan energi bersih,” ujar William.

Acara ini bertujuan menyatukan opini dunia untuk mendiskusikan percepatan pengembangan energi bersih, sekaligus mencari calon investor asing dalam bidang energi bersih. Kegiatan ini terdiri dari pertemuan tingkar menteri, forum bisnis, forum masyarakat sipil, forum muda.

“Semuanya akan mengonsolidasi pikirannya dalam dokumen misi Bali di bidang energi (Bali mission). Dokumen aksi ini akan dijalankan dan diharapkan dapat mendorong penggunaan energi baru dan terbarukan, di mana Indonesia berkomitmen 23 persen di 2025,” tutur William.

sumber : http://bisnis.liputan6.com/