Universitas Inggris Kembangkan Alat Pembangkit Listrik dari Urine

Sebuah universitas di Inggris tengah mengembangkan alat pembangkit listrik yang memakai daya dari air kencing. Diharapkan, alat ini bisa membantu pengadaan listrik di kampung-kampung pengungsi wilayah konflik, bencana atau wabah.

Seperti dikutip dalam CNN Indonesia, Senin (16/3), penelitian ini dilakukan oleh University of the West of England yang bekerja sama dengan Oxfam. Purwarupa toilet pembangkit listrik ini telah ditempatkan di sekolah Bristol untuk mengumpulkan sel bahan bakar mikrobiologi (MFCs) yang digunakan membangkit listrik. “Kami telah membuktikan bahwa cara ini bisa membangkitkan listrik. Proyek dengan Oxfam ini bisa berdampak besar bagi kamp pengungsi,” kata Professor Ioannis Ieropoulos, pemimpin riset.

Dia mengatakan bahwa manusia di seluruh dunia menghasilkan sekitar 6,4 triliun liter urine per tahun, menjadikan teknologi ini sebagai pembangkit listrik yang sangat berkesinambungan. Selain itu, harganya sangat murah. Ieropoulos mengatakan, untuk satu sel bahan bakar mikrobiologi hanya menghabiskan sekitar 1 pound sterling, sekitar Rp 19 ribu.

Sumber : energitoday.com

Menu