Pelatihan ISO 26000 Social Responsibility
Pelatihan ISO 26000 Social Responsibility
Bantu tim Anda mengatasi program tanggung jawab sosial masih terpisah-pisah dan belum dipetakan terhadap prinsip, core subjects, stakeholder, dampak, prioritas, serta komunikasi yang kredibel dan mencapai peserta mampu menggunakan iso 26000 untuk memetakan isu, stakeholder, prioritas, integrasi program, dan pelaporan tanggung jawab sosial melalui proses yang jelas, relevan, dan dapat ditindaklanjuti.
Program tanggung jawab sosial masih terpisah-pisah dan belum dipetakan terhadap prinsip, core subjects, stakeholder, dampak, prioritas, serta komunikasi yang kredibel perlu ditangani dengan data, peran, dan prioritas yang jelas
Halaman ini disusun dari kebutuhan tim yang ingin mencapai peserta mampu menggunakan iso 26000 untuk memetakan isu, stakeholder, prioritas, integrasi program, dan pelaporan tanggung jawab sosial tanpa kehilangan konteks operasional dan kewajiban yang harus dipenuhi.
Kewajiban belum dipetakan per proses
Tim memiliki banyak dokumen, tetapi hubungan antara kegiatan, kewajiban, risiko, dan bukti belum jelas.
Data lintas fungsi tidak konsisten
Operasi, HSE, legal, laboratorium, dan manajemen menggunakan sumber data yang berbeda.
Temuan sulit ditutup
Tindakan belum memiliki prioritas, PIC, target, dan bukti efektivitas yang memadai.
Jawaban singkat: apa yang dimaksud Pelatihan ISO 26000 Social Responsibility?
Pelatihan ISO 26000 Social Responsibility membantu Sustainability, CSR, ESG, corporate affairs, HR, procurement, risk, compliance, community development, dan manajemen menangani program tanggung jawab sosial masih terpisah-pisah dan belum dipetakan terhadap prinsip, core subjects, stakeholder, dampak, prioritas, serta komunikasi yang kredibel melalui pemaparan, stakeholder mapping, issue mapping, studi kasus, workshop prioritas, dan penyusunan action plan. Fokus akhirnya adalah peserta mampu menggunakan iso 26000 untuk memetakan isu, stakeholder, prioritas, integrasi program, dan pelaporan tanggung jawab sosial, dengan ruang lingkup, bukti, dan tindak lanjut yang dapat diperiksa bersama.
Hasil yang membantu tim mengambil tindakan berikutnya
Ruang lingkup disesuaikan dengan kondisi awal, tujuan, dan data yang tersedia. Berikut hasil yang menjadi fokus.
Pemetaan kebutuhan
Tujuan, ruang lingkup, proses, risiko, dan pihak yang perlu terlibat disepakati.
Matriks gap dan bukti
Kondisi aktual dibandingkan dengan kebutuhan teknis, sistem, dan dokumen.
Metode pelaksanaan
Tahapan kerja, asumsi, data, dan kriteria evaluasi dibuat transparan.
Output yang dapat digunakan
Laporan, materi, checklist, atau dokumen disusun sesuai tujuan program.
Prioritas tindakan
Temuan diurutkan berdasarkan risiko, urgensi, manfaat, dan kesiapan implementasi.
Rencana tindak lanjut
PIC, waktu, kebutuhan sumber daya, dan cara verifikasi dirumuskan.
Alur yang transparan sejak kebutuhan dipetakan
Setiap tahap menjawab pertanyaan yang berbeda sehingga Anda tahu data apa yang dibutuhkan, siapa yang perlu terlibat, dan hasil apa yang diharapkan.
Memahami prinsip
Tujuan, ruang lingkup, pihak terkait, dan keputusan yang ingin didukung disepakati.
Memetakan stakeholder
Data, dokumen, kondisi awal, serta kesenjangan informasi diperiksa sebelum pelaksanaan.
Menilai core subjects
Kegiatan dilakukan sesuai metode dan ruang lingkup dengan bukti yang tertelusur.
Menentukan prioritas
Temuan dan data dianalisis untuk menentukan gap, risiko, serta prioritas perbaikan.
Mengintegrasikan program
Hasil dibahas bersama tim dan diterjemahkan menjadi tindakan yang realistis.
Relevan bagi fungsi yang perlu mengubah data dan kewajiban menjadi tindakan
Sustainability
Membutuhkan pemahaman, bukti, dan tindak lanjut sustainability yang dapat diterapkan dalam pekerjaan.
CSR
Membutuhkan pemahaman, bukti, dan tindak lanjut csr yang dapat diterapkan dalam pekerjaan.
ESG
Membutuhkan pemahaman, bukti, dan tindak lanjut esg yang dapat diterapkan dalam pekerjaan.
Acuan yang diperiksa
Acuan dan persyaratan final dikonfirmasi terhadap ruang lingkup, lokasi, versi standar, serta tanggal pelaksanaan.
Hal yang perlu jelas sebelum Anda memutuskan
Apa tujuan Pelatihan ISO 26000 Social Responsibility?
Tujuannya adalah membantu tim mencapai peserta mampu menggunakan iso 26000 untuk memetakan isu, stakeholder, prioritas, integrasi program, dan pelaporan tanggung jawab sosial melalui ruang lingkup dan metode yang disepakati.
Siapa yang sebaiknya terlibat?
Sustainability, CSR, ESG, corporate affairs, HR, procurement, risk, compliance, community development, dan manajemen
Apa yang perlu disiapkan?
Siapkan tujuan, lokasi atau proses yang dicakup, data dan dokumen yang tersedia, temuan sebelumnya, serta target waktu organisasi.
Berapa lama pelaksanaannya?
Estimasi 2 hari. Durasi final bergantung pada cakupan, kesiapan data, jumlah lokasi atau peserta, serta proses evaluasi pihak terkait.
Bagaimana mendapatkan jadwal dan penawaran?
Isi formulir pada halaman ini. Produk sudah terkunci sesuai halaman agar tim IEC dapat menindaklanjuti kebutuhan dengan tepat.
Sampaikan kebutuhan peserta untuk Pelatihan ISO 26000 Social Responsibility
Informasikan lokasi atau proses, kondisi saat ini, target, jumlah peserta atau site, dan waktu yang diharapkan. Tim IEC akan membantu mengonfirmasi ruang lingkup yang sesuai.
Produk dan layanan yang relevan
Pilih program lanjutan sesuai kebutuhan kompetensi, implementasi, atau penguatan sistem di organisasi Anda.
Aktivitas terbaru IEC
Dokumentasi pelatihan, workshop, dan pengembangan kompetensi bersama klien IEC.
WIKA Perkuat Kesiapan Menghadapi Standar Pelaporan Keberlanjutan
Executive workshop untuk memperkuat kesiapan implementasi pelaporan keberlanjutan dan IFRS readiness.
Pelatihan ESG Risk & Opportunity Management untuk Perumda Tirta Musi
Program peningkatan pemahaman risiko dan peluang ESG untuk mendukung bisnis berkelanjutan.
Pelatihan Pengelolaan Limbah Non B3 untuk Garuda dan Coca-Cola Indonesia
Pelatihan untuk memperkuat kompetensi pengelolaan limbah non B3 di lingkungan perusahaan.
