tips gaya hidup rendah emisi karbon

Tahukah anda, Indonesia adalah negara terbesar keenam yang menghasilkan emisi karbon ? Apa itu emisi karbon dan apa bahaya emisi karbon ?

Emisi karbon  adalah buangan gas dari hasil pembakaran senyawa yang mengandung karbon, seperti karbondioksida (CO2 ). CO2  bisa dihasilkan dari pembakaran bensin, solar, kayu, daun, gas LPG, dan bahan bakar lain yang banyak mengandung hidro karbon, yaitu senyawa yang mengandung hidrogen dan karbon.

Selain CO2 , gas lain yang memicu emisi karbon  di antaranya adalah CFC (Chlor Fluoro Carbon ) dari Gas Pendingin (gas freon) pada AC, Kulkas, Cat Piloks, Obat nyamuk semprot, dan hair spray .

Nah, ternyata emisi karbon memiliki dampak buruk bagi Bumi. Bahaya emisi karbon  ini menghasilkan efek pemanasan global pada iklim bumi. Akibatnya, bumi jadi lebih panas! Bahayanya lagi, efek pemanasan global telah meningkat hampir sepertiganya sejak 1990.

Karbon bukan satu-satunya penyumbang emisi, tapi ada juga emisi gas metana, dinitrogen oksida, dan gas berbahaya lainnya. Emisi karbon dan gas-gas lain itu, jika terus meningkat akan memperbesar risiko konflik, kelaparan, banjir, gangguan ekonomi, dan migrasi massal.

Ambang batas emisi karbon di atmosfer adalah 350 parts per million (ppm). Namun, saat ini emisi karbon di atmosfer sudah melewati ambang batas dengan kadar 400 ppm, dan terus meningkat 2 ppm per tahun seiring dengan gaya hidup boros karbon yang belum berubah.

Kini sudah saatnya mengubah gaya hidup untuk mengurangi emisi karbon hingga kembali ke ambang batas normal, bahkan di bawah itu. Jika tidak, kita akan mencapai satu titik dimana emisi karbon di atmosfer tidak dapat dikurangi lagi sehingga dampak dari perubahan iklim tidak dapat dicegah.

Berikut beberapa tips gaya hidup rendah emisi karbon yang dapat kita terapkan dalam keseharian kita.

1. Konsumsi makanan lokal yang dibuat dari bahan-bahan yang diproduksi lokal. Makanan impor berarti memerlukan transportasi yang menggunakan bahan bakar. Tentu saja, bahan bakar yang digunakan menghasilkan emisi karbon.

2. Mengurangi konsumsi daging merah seperti daging sapi dan kambing. Kotoran hewan ternak ini menghasilkan metan yang berdampak 72 kali lebih besar daripada karbondioksida, yang mana kotoran ini masih belum diolah dengan tepat oleh para peternak. Semakin tinggi permintaan daging merah, semakin banyak peternakan sapi dan kambing, akan semakin besar pula produksi metan dari kotoran hewan ternak ini.

3. Jalan kaki, bersepeda atau gunakan transportasi umum. Penggunaan bahan bakar untuk kendaraan bermotor sudah pasti menghasilkan emisi karbon. Berapa banyak emisi karbon yang dihasilkan jika semua orang menggunakan mobil pribadi? Berjalan kaki dan bersepeda sudah pasti tidak menghasilkan emisi karbon. Sedangkan menggunakan transportasi umum, akan mengurangi emisi karbon.

4. Minumlah air putih dari tumbler sendiri. Air minum dalam kemasan diproduksi melalui proses yang panjang di pabrik yang menghasilkan emisi karbon. Ditambah lagi bahan baku air minum dalam kemasan diambil dari sumber yang jauh sehingga menambah emisi karbon yang dihasilkan melalui transportasinya.

5. Matikan lampu dan cabut semua listrik ketika tidak dipakai. Perangkat elektronik yang tidak sedang dipakai tetap akan mengonsumsi listrik jika listrik tetap tersambung. Konsumsi listrik menghasilkan emisi karbon karena saat ini listrik sebagian besar dihasilkan dari bahan bakar fosil, seperti batu bara dan solar.

Dengan kita mengurangi emisi karbon, bumi jadi lestari, tubuh lebih sehat, dan pengeluaran pun lebih hemat.

sumber : greeners.co , kompas.com

Menu