PLN Alirkan Listrik 9 Desa Terluar di Maluku

PT PLN Persero mengalirkan listrik sembilan desa di pulau terluar dan di wilayah perbatasan Maluku dengan total 5.300 pelanggan.

“Sampai hari ini bertepatan dengan HUT Proklamasi RI ke-70 kami telah melistriki lima desa atau 1,200 pelanggan di pulau terluar di Maluku sudah menikmati jaringan litrik,” kata General Manajer PT PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara, M. IKsan Asaad, di Ambon, Senin (17/8).

Menurut dia, desa yang telah mendapat pemasangan listrik yakni Tututimbung kecamatan Nirunmas pulau Yamdena utara, Maluku Tenggara, desa Sofi di Morotai Maluku Utara, yang selama ini belum pernah menikmati listrik hari ini sudah dinyalakan.

Pihaknya menargetkan sekitar 5.300 pelanggan yang akan dilakukan penyalakan listrik, hal ini sebagai bentuk kado ulang tahun RI dari PLN.

Ia mengatakan, seluruh pelanggan yang dilakukan pemasangan listrik tidak akan membayar biaya pemasangan instalasi, karena semuanya gratis kita pasang listrik prabayar dan memberikan pulsa isi ulang listrik Rp 20.000 per pelanggan.

“Kita harus bersyukur karena kita sudah merdeka, tetapi ada sebagian masyarat di pulau terluar yang belum menikmati listrik,” ujarnya.

Ikhsan menjelaskan, provinsi Maluku ada sembilan pulau terluar atau perbatasan atau 11 lokasi yang semuanya dalam penyelesaian pemasangan.

“Hari ini kita tergetkan listrik menyala, memang ada kendala seperti di pulau Wetar karena tidak tersedianya transportasi kapal yang mengangkut mesin kesana. Totalnya ada 16 MW untuk pulau perbatasan di Maluku,” katanya.

Rencana awal lanjutnya, akan dilakukan pencanangan pemasangan listrik untuk pulau terluar di Indonesia yang akan dilakukan pada 21 Agustus 2015.

Ada 47 pulau terluar di Indonesia yang belum dialiri listrik, sembilan di antarannya di Maluku dan satu di Maluku Utara sehingga total 10 pulau.

“Wacana pak menteri ESDM menginginkan presiden Joko Widodo yang akan mencanangkan, sehingga dipilihlah pulau Yamdena sebagai tempat pelaksanaan acara yang akan dipusatkan di pulau Yamdena Saumlaki,” ujarnya.

Ikhsan menambahkan, kehadiran Presiden dalam tahapan koordinasi, tetapi tahap awal direncanakan akan dihadiri Menteri ESDM bersama dirjen dan beberapa menteri lainya.

Hal ini sangat strategis karena negara kita sudah 70 tahun merdeka tetapi listrik belum nyala. Semua proyek didanai PLN dan untuk Maluku saja kita gelontorkan anggaran Rp 230 miliar untuk membiayai pulau terluar dan menambah mesin baru.

“Kita sementara memasang jaringan baru, mesin pembangkit akan ditempatkan di masing2 pulau misalnya di Saumlaki kita perkuat dengan menambah 3 MW, Tutikembong 2 MW, serta beberapa pulau Larat, Jerol, Wetar, Leti dan Tepa kita akan melakukan penambahan mesin,” tandasnya.

Sumber : beritasatu.com

Menu