Meneropong Konsumsi Energi Dunia

Energy

Permasalahan energi bagi kelangsungan hidup manusia merupakan masalah besar yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia ini. Tidak lagi ditemukannya cadangan dalam jumlah yang besar pada rentang waktu terakhir ini membuat hampir seluruh dunia menjadikan permasalahan energi menjadi problem besar yang perlu ditangani secara serius. Dalam laporan rutin 2 tahunan yang dikeluarkan oleh International Energy Agency (IEA) pada tahun 2004, diperkirakan peningkatan konsumsi energi ini akan terus terjadi dengan kenaikan rata-rata hingga 1.6 % setiap tahunnya. Sementara itu sebuah laporan yang diterbitkan oleh perusahaan minyak BP pada tahun 2005 tentang konsumsi energi di seluruh dunia disebutkan bahwa peningkatan konsumsi energi antara tahun 2003 dan 2004 saja mencapai 4.3%.

Dalam laporan yang dikeluarkan oleh BP yang disebut sebagai Review of World Energy 2005 itu, disebutkan bahwa total konsumsi energi di seluruh dunia hingga akhir tahun 2004 telah mencapai setara 10.244,4 juta ton minyak. Jumlah yang sangat fantastis ini setara dengan sekitar 1/15 dari total cadangan minyak yang ada di seluruh dunia yang berhasil ditemukan hingga tahun 2004 yang mencapai sekitar 162 milyar ton. Jumlah energi di seluruh dunia itu sendiri masih didominasi oleh sumber-sumber energi fosil utama yaitu minyak bumi, gas alam dan batu bara. Ketiga sumber energy yang paling dicari ini menyumbang hingga 87,7% dari total konsumsi energi dunia.

Sumber energi tradisional yang berasal dari minyak bumi masih memberikan kontribusi terbesar untuk memenuhi kebutuhan energi dunia yaitu mencapai 36,7% dari total konsumi energi, atau setara dengan 3.767,1 juta ton minyak. Batu bara dan gas alam masing-masing menjadi penyumbang bagi kebutuhan energi dunia terbesar kedua dan ketiga sebesar 27.2 % untuk batu bara dan 23.7% untuk gas alam. Total konsumi batu bara selama tahun 2004 tersebut mencapai setara 2.778,2 juta ton minyak, sedangkan gas alam mencapai setara 2.420,4 juta ton minyak. Sisa konsumsi energi untuk kebutuhan dunia dipenuhi oleh sumber energi nuklir yang ‘hanya’ sebesar 6,1 % dan dari hydro energi (air) sebesar 6,2%.

Dari seluruh energi yang dikonsumsi tersebut, sebagiannya digunakan untuk membangkitkan listrik dengan total di seluruh dunia mencapai 17.452 Terrawatt-hour (TwH). Sebaran distribusi sumber energi di atas jelas menunjukkan bahwa sumber energi yang berasal dari fosil masih cukup dominan untuk memenuhi kebutuhan energi dunia. Sumber energi yang sifatnya dapat diperbaharui (renewable) masih didominasi oleh sumber dari air (hydro) energi. Laporan tersebut tidak memuat secara khusus berapa besar energy yang bisa dihasilkan oleh sumber energy terbaharukan non hydro karena masih terlalu kecilnya besar energi yang mampu dihasilkan, disamping sumber energi terbaharukan non hydro sebagian besarnya belum masuk ke pasar komersial sehingga tidak terdata secara tepat. IEA memprediksikan besar energy renewable non hydro hanya sebesar 2,5% dari total konsumsi energi yang ada.

Konsumsi energi di seluruh dunia masih didominasi oleh negara industri besar seperti Amerika, Cina, Rusia dan Jepang. Amerika Serikat merupakan konsumen terbesar energi dunia yang mencapai setara 2.331,6 juta ton minyak atau memakan lebih dari 22,8% dari seluruh konsumsi energi dunia. Cina yang merupakan negara dengan pertumbuhan industrinya sangat pesat dan memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia menjadi konsumen energi kedua terbesar dengan konsumsi sebesar setara 1.386,2 juta ton minyak atau sekitar 13,6% dari total energi dunia. Negara berikutnya yang mengkonsumsi energi terbesar berturut-turut adalah Federasi Rusia, Jepang dan India dengan masing masing mengkonsumsi 6,5%, 5% dan 3,7% dari seluruh konsumsi energi dunia. Selanjutnya negara yang masuk ke dalam 10 besar konsumen energi terbesar di dunia setelah negara-negara di atas berturut-turut adalah Jerman (3,2%), Canada (3%), Prancis (2,6%), Inggris (2,2%) dan Korea Selatan (2,1%).

Data tersebut jelas menunjukkan bahwa negara industri maju yang tergabung dalam kelompok G-8 masih mendominasi konsumsi energi. Hanya Cina, India dan Korea Selatan yang merupakan negara di luar kelompok G-8 tersebut. Yang juga patut dicermati adalah pertumbuhan yang cukup tinggi dari Cina dan India yaitu sebesar 15,1% (merupakan pertumbuhan konsumsi energi terbesar di seluruh dunia) dan 7,2%. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dari kedua negara tersebut membuat konsumsi energinya diperkirakan masih akan terus begerak naik.

Sebaran konsumsi energi dunia juga masih terlihat timpang antara satu negara dengan negara lainnya. Konsumsi energi di Amerika misalnya yang berjumlah 22,8% masih lebih besar dibandingkan total seluruh negara di Afrika ditambah dengan negara-negara timur tengah dan negara di Amerika selatan yang seluruhnya hanya berjumlah 12,5%. Ketimpangan ini semakin terasa ketika kita melihat bahwa sebenarnya produksi minyak, yang merupakan komponen terbesar energi di dunia, justru berasal dari negara-negara di Afrika, timur tengah dan Amerika selatan yang mencapai 50,9% dari produksi minyak diseluruh dunia (bandingkan dengan Amerika Serikat yang total produksinya minyaknya hanya 8,5% dari total produksi minyak dunia). Gambaran ini jelas menjadi tantangan bagi negara-negara berkembang, tentunya termasuk Indonesia, untuk memacu kemajuan industrinya agar kekayaan alamnya tidak hanya dinikmati oleh negara-negara yang sudah maju.

Sumber : www.kamusilmiah.com

Menu