Listrik Kebutuhan Dasar Yang Perlu Perhatian

Listrik Kebutuhan Dasar Yang Perlu Perhatian

Energy

JAKARTA – Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said menekankan jangan sampai pertumbuhan ekonomi terhambat atau bahkan terhenti akibat ketiadaan listrik. Karenanya perencanaan antara pertumbuhan dan konsumsi listrik harus menjadi perhatian. Sudirman juga menyatakan, untuk mememnuhi kebutuhan listrik yang terus tumbuh, Pemerintah telah mentargetkan membangun tenaga listrik sebesar 35.000 MW.

“Dalam pembukaan rakor Gubernur se-Indonesia yang juga dihadiri seluruh Menteri Kabinet Kerja, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan arahan bahwa pembangunan kedepan akan masuk kehal-hal yang sangat mendasar, termasuk dalam urusan saya itu, bagaimana listrik harus diselesaikan, bagaimana perijinan perijinan harus dipercepat, bagaimana migas dan sumber daya alam dan mineral bisa dikelola dengan baik,” ujar Menteri ESDM dalam acara Jumpa Pers di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Selasa (04/11/2014).

Ditambahkan Menteri, semua pihak diminta concern atau menaruh perhatian yang besar kepada listrik karena pertumbuhan ekonomi terhambat karena ketiadaan listrik, begitu pula dengan pembangunan pemukiman akan terhenti juga akibat ketiadaan pasokan listrik.

Untuk menutupi kebutuhan pasokan listrik dan mengejar kekurangan yang ada, Pemerintahan ini berencana akan membangun 35.000 MW. “Selama ini tertinggal, yang terlambat-terlambat juga akan kita sisir karena itu akan butuh banyak sekali investasi dan karena itu pula kita terbuka bagi negara manapun, bagi partner manapun yang bisa menyelesaikan persoalan masyarakat ini,”ujar Menteri.

Mengenai pembangunan tenaga listrik sebesar 35.000 MW, Menteri menjelaskan bahwa itu merupakan aggregat dari yang butuhkan agar dapat  menopang target-target pertumbuhan ekonomi. (SF)

Sumber: esdm.go.id

Menu