Lima Fakta tentang Chernobyl

Langit pagi yang semula cerah, mendadak gelap karena kecelakaan dahsyat yang meluluhlantakkan Chernobyl. Pada tanggal 26 April 1986, kecelakaan yang disebabkan karena kombinasi kelemahan desain Reaktor dan kesalahan prosedur  pada pengujian Reaktor Nomor 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, menyebabkan terlepasnya zat radioaktif yang jauh lebih besar daripada Bom Atom Hiroshima. Berikut adalah lima fakta mengejutkan tentang Chernobyl.

1. Bencana buatan manusia terbesar sepanjang masa

Menurut International Nuclear Event Scale (INES). Tragedi Chernobyl masuk pada kecelakaan level 7 yang berarti ini adalah peristiwa  besar yang berdampak luas pada kesehatan dan lingkungan.

2. Belarus menerima 70% dari kontaminasi ledakan nuklir Chernobyl

Belarusia, negara tetanga Ukraina, yang berada hanya 10 mil jauhnya dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, diperkirakan telah menerima 70% dari kontaminasi nuklir Chernobyl. Akibatnya, seperlima dari lahan pertanian di Belarus terkontaminasi dan ratusan ribu warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan pindah.

Ribuan orang juga terjangkiti oleh berbagai penyakit, mulai dari leukemia, kanker tiroid, hingga penyakit kardiovaskular. Sampai saat ini, Belarus telah kehilangan lebih dari USD 235 miliar (atau sekitar Rp 2.291 T)  pendapatannya per tahun sebagai akibat langsung dari bencana Chernobyl.

3. Hujan nuklir dari Chernobyl sampai ke Irlandia

Kecelakaan Reaktor nomor 4 berhasil menciptakan awan radioaktif yang besar yang terdeteksi di seluruh Eropa dan bahkan sampai ke Irlandia dalam bentuk cahaya. Meskipun peristiwa tersebut telah terjadi lebih dari dua dekade yang lalu, dampak dari bencana Chernobyl masih terasa di Kepulauan Inggris hingga sekarang.

Menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Inggris, 369 peternakan dan 190.000 domba di Inggris masih mengandung jejak samar radioaktif dari bencana Chernobyl. Beruntungnya, jumlah domba yang terkena kontaminasi turun hampir 95% dari tahun 1986.

4. Pemerintah masih membayar tunjangan untuk 7 juta orang yang terkena dampak bencana Chernobyl

Hal ini tentunya menunjukkan bahwa bencana Chernobyl masih memiliki implikasi luas terhadap lingkungan maupun peradaban manusia yang tinggal di dekatnya. Menurut studi yang dilakukan oleh Forum PBB untuk Chernobyl, Belarus, Ukraina dan Federasi Rusia masih membayar tunjangan pada sekitar 7 juta orang yang terkena dampak dari bencana.

Penelitian ini juga mengklaim bahwa 5% sampai 7% dari pengeluaran tahunan pemerintah Ukraina masih dianggarkan untuk korban Chernobyl. Meskipun pembayaran tersebut sedikit berkurang dalam beberapa tahun terakhir, tunjangan itu tak mungkin dihapuskan secara penuh dalam waktu dekat.

5. Sekitar 97% bahan radioaktif dari PLTN Chernobyl masih terkubur

Kru darurat yang bereaksi dengan cepat ketika terjadi ledakan Reaktor Nomor 4, merespon dengan mengubur kompleks PLTN Chernobyl dengan beton besar yang dikenal dengan sebutan The Sarcophagus. Pengelola PLTN Chernobyl rencananya akan mengganti struktur tersebut setelah 20 tahun terjadinya peristiwa tersebut. Namun hingga kini, struktur tersebut masih terus dipakai.

Menurut surat kabar lokal Polandia, Zycie Warszawy, permukaan bangunan beton tersebut telah dipenuhi oleh retakan dan celah yang cukup besar untuk memungkinkan tikus melewatinya. Sementara itu, sebuah laporan teknik independen juga memperkirakan bahwa seluruh bangunan itu akan runtuh jika terjadi gempa berkekuatan enam atau lebih pada skala Richter. Bukan tidak mungkin, peristiwa awan radioaktif yang dulunya pernah terjadi akan kembali menyebar ke seluruh Eropa.

sumber : blog.nuklir.org

Rate this post