Kabut Asap Makin Pekat di Pontianak

Kabut asap yang tampak menyelimuti Kota Pontianak sejak beberapa hari terakhir ini terasa semakin pakat. Kabut asap ini terasa sangat pekat khususnya pada pagi hari dan sore menjelang malam hari.

Pantauan SP, Selasa (7/7) pagi, di Kota Pontianak pukul 06.00 WIB hingga 07.30 WIB kondisi kabut asap tampak sangat pekat. Tumpukan partikel debu tampak beterbangan di udara.

Saat bepergian ke luar rumah dengan menggunakan kendaraan roda dua kabut asap sangat terasa dan mata terasa sangat perih. Walaupun kabut asap terasa pekat, warga masyarakat belum menggunakan masker pengaman.

Sementara di lokasi bandara udara Supadio Pontianak, petugas membagikan masker pengaman kepada setiap penumpang yang baru tiba di bandara. Hal itu untuk mengantisipasi timbulnya berbagai penyakit akibat kabut asap.

Rofi, bagian observasi pengamatan Badan Metrology dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Supadio Pontianak, mengatakan, jarak pandang pagi ini hingga pukul 07.00 WIB hanya berjarak 800 meter. Sementara kecepatan angin 4 knot dengan suhu 24 derajat celcius.

Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada potensi hujan, namun sebenarnya beberapa hari lalu ada potensi hujan. Kabut asap mulai tanpak di Wilayah Bandara Supadio Pontianak.

Hingga pagi ini beberapa pesawat belum ada yang tiba dari Jakarta, jadi kemungkinan besar pesawat dari Jakarta akan terlambat tiba di Pontianak karena kabut asap.

Namun sebaliknya, beberapa penerbangan di pagi hari sudah berangkat dari Bandara Supadio Pontianak.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Arianto mengatakan, Kepolisian resort Pontianak telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus kebakaran lahan sekitar 30 ha di Desa Rasau Jaya II Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya pada minggu lalu.

Pihak kepolisian menetapkan tiga orang tersangka setelah melakukan pemeriksaan terhadpa beberapa orang saksi.

Ia megatakan, kasus kebakaran lahan ini akan terus dikembangkan karena tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain. Pihaknya akan mengambil tindakan tegas setiap pelaku pembakaran lahan.

Pihaknya mengimbau kepada warga agar tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar sebab membuka lahan dengan cara membakar sangat berdampak terhadap timbulnya kabut asap yang dapat menganggu aktivitas penerbangan.

Seperti sekarang ini kita ketahui kabut asap akibat pembakaran lahan sudah mulai tampak di wilayah Kota Pontianak. Jika tidak diantisipasi akan dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat khususnya lalu lintas penerbangan.

Sumber : beritasatu.com

Menu