Implementasi Total Productive Maintenance dalam Industri

Salah satu usaha untuk mempertahankan mutu dan meningkatkan kinerja peralatan dalam industri diperlukan penerapan Total Productive Maintenance (TPM). TPM adalah metode untuk meningkatkan produktivitas di area kerja dengan cara membuat proses tersebut lebih reliable dan lebih efisien energi. TPM berfungsi untuk memelihara kondisi peralatan dalam industri tetap dalam kondisi prima dan meminimalisir kerusakan.

Kerusakan peralatan dalam industri seringkali disebabkan oleh abainya seorang operator untuk merawatnya. Masalah yang umum terjadi pada peralatan adalah banyaknya kotoran, mur yang hilang, oli yang jarang diganti, kebocoran, dan menimbulkan suara-suara yang tidak normal. Prinsip dalam penerapan TPM adalah operator harus mampu melakukan pemeliharaan dan perbaikan ringan apabila terjadi masalah pada mesin, dengan demikian masalah akan dengan cepat teratasi sebelum bertambah kompleks. Operator harus menerapkan sikap 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin) dalam menggunakan peralatan.

Dalam penerapan TPM, industri memilki 3 target utama, yaitu:

  1. Zero product defect (tidak ada produk yang cacat);
  2. Zero equipment unplanned failures (tidak ada kerusakan peralatan yang tidak tidak terdeteksi sebelumnya);
  3. Zero accident (tidak ada kecelakaan kerja).

Penerapan TPM dilakukan dengan cara menghitung dari performance maintenance. Performance terdiri dari 3 bagian, yaitu reliability, maintainability, dan availability.

  • Reliability adalah sebuah peluang suatu komponen atau sistem memenuhi fungsi yang dibutuhkan dalam periode waktu dan kondisi operasi tertentu;
  • Maintainability adalah suatu usaha dan biaya untuk melakukan pemeliharaan peralatan;
  • Availability adalah proporsi dari waktu peralatan untuk melakukan pekerjaan yang ditargetkan.

Setelah menghitung performance maintenance, untuk mendukung penerapan TPM, industri wajib membentuk program-program pengembangan seperti, pelatihan-pelatihan khusus untuk para operator dan divisi maintenance dalam melakukan pemeliharaan peralatan industri, membuat standar operasional penggunaan, penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam penggunaan, serta membuat manajemen peralatan (tools management).

Synergy Solusi Indonesia member of Proxsis melalui Environment-Indonesia, membantu dalam mengembangkan kompetensi personel dalam melakukan tugasnya terutama di bidang energi dan lingkungan agar memenuhi target industri dalam penerapan Total Productive Maintenance.

Sumber:

http://shiftindonesia.com/

Winarno & Negara. 2017. Analisis Productive Maintenance. Jakarta : Jurnal Intect Teknik Industri.

Menu
Open chat