Air Baku PDAM Kota & Kabupaten Tangerang Tercemar

Air Baku PDAM Kota & Kabupaten Tangerang Tercemar

Environment

TANGERANG—Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Kota Tangerang menyatakan dari lima sungai dan anak sungai yang diuji kualitas airnya pada 2013, seluruhnya dinyatakan tercemar dengan status cemar ringan hingga berat.
 
Dadang Basuki, Kepala Sub Bidang Pemantauan Kualitas Lingkungan Hidup pada BPLH Kota Tangerang mengatakan kualitas air sungai Cisadane yang menjadi air baku PDAM Kota dan Kabupaten Tangerang juga dalam kondisi cemar ringan sampai sedang.
 
“Sungai yang diteliti adalah Cisadane, Cirarab, kali Sabi, saluran Mookervart, dan Angke. Kualitas airnya cemar berat adalah saluran air Mookervart yang merupakan salah satu anak sungai Cisadane,” ujarnya di Tangerang, Kamis (13/11).
 
Menurutnya khusus saluran Mookervart, pencemaran didominasi oleh limbah industri. Karena, saluran ini masih dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan limbah domestik dan industri. Sementara pada sungai dan kali lainnya, pencemaran didominasi oleh limbah domestik atau rumah tangga.
 
Menurutnya, air limbah domestik yang dihasilkan dari penduduk mencapai 220.633 m3/hari. Limbah tersebut jauh lebih banyak dari yang dihasilkan oleh sektor industri, rumah sakit, sarana perhubungan, pariwisata dan pertanian.
 
Saat ini, tuturnya, Kota Tangerang memiliki tiga daerah aliran sungai yaitu Cisadane dengan panjang 1.063 km2, Angke 74,3 km2 dan Cirarab dengan panjang 161 km2. Jika kualitas air di ketiga daerah aliran sungai besar ini tidak ditingkatkan, maka, potensi krisis air bersih semakin besar.
 
Selain pengujian kualitas air di sungai dan kali, pihaknya juga melakukan pengujian air di empat buah situ, dan hasilnya secara umum kualitas air situ di Kota Tangerang menunjukkan status cemar ringan sampai dengan sedang.
 
Tidak hanya air sungai dan situ yang tercemar, berdasarkan pantauan, di sejumlah kecamatan juga didapati status air tanah cemar ringan. Untuk kecamatan yang status tanahnya cemar ringan, tuturnya, hal ini akibat pemukiman warga berdampingan dengan industri.

Sumber: jakarta.bisnis.com

Menu